SMS sambil nyetir denda Rp 750 ribu

sms sambil nyetir

Hati hati kalau anda hobi berkendara sambil nelpon atau sms, karena menurut koran pagi ini, suara merdeka radar semarang, bagi pengendara yang ketahuan nyetir sambil sms akan di denda maksimal 750rb rupiah, atau hukuman kurungan 3 bulan penjara. Langsung ditilang ditempat !!

Saya sih setuju aja dengan peraturan ini, karena memang sms sambil berkendara bisa membahayakan diri sendiri maupun pengendara lain. Tapi kok ngga ada sosialisasi dulu dari pihak kepolisian. Kan kasian yang belom tau dengan peraturan ini, trus tiba2 ditilang di tempat.

————————————————————————————-

Ooh ini sebenernya adalah implementasi dari UU No 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Raya yang ramai dibicarakan beberapa tahun lalu dan sekarang adalah implementasinya. Well semoga sukses aja deh dalam penerapannya di lapangan. Dan buat pak pulisi, kalau mau nilang ya beneran ditilang ya pak, jangan ada ‘faktor faktor lain’ yang bisa meringankan atau membebaskan pelanggar. Biar semua pada disiplin dan semakin mengurangi angka kecelakaan di Indonesia.

Berikut adalah pasal pasal UU No 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Raya sering dilanggar

-Tidak memiliki STNK : Pasal 288(1) jo 106(5) jo 70(2); biaya denda Rp 500 ribu.
-Tidak memiliki SIM : Pasal 281 jo 77(1); biaya denda Rp 1jt.
-Tidak membawa SIM : Pasal 288(2); biaya denda Rp 250 ribu.
-Tidak memakai Helm bagi Pengemudi motor : Pasal 291(1) jo 106(8); biaya denda Rp 250 ribu.
-Tidak memakai Helm bagi Penumpang motor : Pasal 291(2) jo 106(8); biaya denda Rp 250 ribu.
-Melanggar Lampu Lalu-Lintas :
Siang : Pasal 293(2) jo 107(2); biaya denda Rp 100 ribu.
Malam : Pasal 293(1) jo 107(1); biaya denda Rp 250 ribu.
-Ugal”an & Balap”an di jalan raya : Pasal 297 jo 115(B); biaya dend Rp 3 juta.
-Tidak memasang isyarat apabila kendaraan mogok : Pasal 298 jo 121(1); biaya denda Rp 500 ribu.
-Pintu terbuka saat berjalan : Pasal 300(3); biaya denda Rp 250 ribu.
-Taksi Gelap : Pasal 304 jo 153(1); biaya denda Rp 250 ribu.
-Perlengkapan (ban cad, segitiga pam,dll) : Pasal 278 jo 57(3); biaya denda Rp 250 ribu.
-Langgar syarat Angkutan : Pasal 305 jo 162; biaya denda Rp 500 ribu.
-Melanggar TNKB : Pasal 280 jo 68(1); biaya denda Rp 500 ribu.
-Menggunakan HP/SMS : Pasal 283 jo 106(1); biaya denda Rp 750 ribu.
Tidak memiliki Spion, klakson, dll :
Motor (R2) : Pasal 285(1); biaya denda Rp 250 ribu.
Mobil (R4) : Pasal 285(2); biaya denda Rp 500 ribu.
-Melanggar rambu lalu-lintas : Pasal 287(1); biaya denda Rp 500 ribu.
-Melanggar Traffic Light : Pasal 287(2); biaya denda Rp 500 ribu.

tags :berkendara sambil sms

2 thoughts on “SMS sambil nyetir denda Rp 750 ribu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *